Minggu, 10 November 2019

Perumahan KPR Untuk ASN Kabarnya Akan Segera di Resmikan Akhir Tahun

Perkembangan usaha property pada kuartal I/2019 yang melambat ini tidak terlepas dari rendahnya keinginan. Per Maret 2019, credit property yang terdiri atas KPR, credit kepemilikan apartemen (KPA).
Credit konstruksi tertera tumbuh 17,10 % dengan tahunan. Perolehan itu lebih rendah dibanding dengan perkembangan credit property pada bulan awalnya yang sampai 17,90 % dengan tahunan.
Data Analisa Uang Tersebar Bank Indonesia per Maret 2019 tunjukkan, credit mengonsumsi tumbuh 8,90 % dengan tahunan.
Perkembangan itu lebih rendah dibanding dengan perkembangan pada bulan awalnya yang sampai 9,60 % dengan tahunan.
Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menjelaskan jika penjualan property memang kelihatan alami penurunan pada kuartal I/2019.
Salah satunya tanda perlambatan bidang property dapat disaksikan dari produk baru yang dikeluarkan oleh pengembang yang menyusut harga lantai kayu pada kuartal I/2019.
Dengan historis, keadaan bidang property yang telah melambat semenjak lima tahun paling akhir.
Oleh sebab penjualan belum bagus, rata-rata pengembang konsentrasi jual produk existing dibanding mengeluarkan produk baru tuturnya seperti dikutip tempo hari.
Diluar itu, tanda yang lain menurut Ferry ialah telah kurang menariknya property jadikan jadi produk investasi.
Dengan harapan return yang tidak tinggi, produk investasi dengan return tinggi semakin lebih dilirik, contohnya saja produk dari bidang keuangan.
Saat ini keadaannya lebih pada ekonomi. Return property seputar 6 %, bila pasar sewa tidak aktif return pun tidak harga asbes dapat begitu tinggi.
Barang yang ingin disewa kan banyak, lawannya banyak, sesaat harga sewa tidak dapat dibanderol begitu tinggi" jelas Ferry.
Ferry memproyeksikan akselerasi perkembangan bidang property akan memerlukan waktu, mungkin seputar enam bulan sampai satu tahun ke depan.

Tetapi dalam periode pendek, Ferry memandang gerakan ini tidak relevan, berarti akan sama juga dengan keadaan sekarang.

Kamis, 07 November 2019

Isu Terkait Adanya Desa Siluman Membuat Dana Hilang Milyaran Rupiah

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menyikapi mengenai desa fiktif atau desa siluman yang diterima laporannya oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Menurut Didi, jika benar ada desa siluman yang nikmati dana desa sebesar Rp 1 miliar, tindakan itu adalah pengkhianatan pada hak rakyat.
Jika ini benar, karena itu ini benar-benar pengkhianatan yang konyol serta kelewatan pada hak rakyat yang harusnya dialirkan melalui dana desa itu katanya lewat info tercatat.
Ia menjelaskan, bila desa siluman ini dapat dibuktikan, langkah yang perlu ditempuh adalah jalan hukum yaitu diatasi oleh Komisi Pembasmian Korupsi (KPK).
Lalu faksi Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Desa pembangunan wilayah ketinggalan serta Transmigrasi harus turut memberi sangsi.
Didi mengutarakan, aksi itu adalah hal yang tidak bertanggungjawab. Karena, dana desa semestinya digunakan untuk membuat, serta menyejahterakan desa. Bukan masuk ke kantong beberapa orang yang berbentuk nakal.
Ia memberi dukungan penyelidikan masalah desa siluman oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Awalnya gagasan penyelidikan Sri Mulyani ini dikatakan sesudah dia dengar berita ini selesai ikuti rapat pertama kabinet harga triplek Indonesia Maju.
Kami mendengarnya setelah pembentukan kabinet serta kelak akan kami penyelidikan kata Sri Mulyani selesai ikuti rapat kerja dengan DPR di komplek perumahan elegan paling baru.
Dalam rapat kerja dengan Komisi Keuangan DPR, Sri Mulyani mengutarakan terdapatnya laporan berkaitan desa fiktif itu. Ia menjelaskan desa itu mendapatkan jatah dana desa, tetapi kenyataannya daerah itu tidak berpenduduk.
Desa yang fiktif itu dapat ada disangka jadi modus agar dapat mendapatkan sisi serta manfaatkan harga pipa dana desa.
Menurut Sri Mulyani, ini dapat ada searah pekerjaan monoton pemerintah yang cuma mengalirkan dana desa ke pada desa tanpa ada pemeriksaan lebih ketat.
Bekas Menteri Desa, Pembangunan Wilayah Ketinggalan, serta Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menjelaskan tidak paham masalah desa siluman.

Tetapi, menurutnya, itu mungkin berlangsung. Semestinya selekasnya kirim aparat penegak hukum serta jika ada pelanggaran diolah saja selekasnya agar ada dampak kapok serta tidak ditiru beberapa daerah lain katanya.

Sabtu, 02 November 2019

Banyak Pihak Yang Menunggu Hadirnya Direktur Baru Bank Mandiri

Tempat Direktur Penting Bank Mandiri sampai sekarang belum juga terisi sesudah Kartika Wirjoatmodjo jadi Wakil Menteri Tubuh Usaha Punya Negara di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Pengamat Perbankan Paul Sutaryono menjelaskan, ada beberapa rintangan yang telah menunggu bos perbankan pelat merah yang baru.
Satu dari rintangan itu ialah keadaan perekonomian global yang makin ketat. Rintangan buat perbankan makin berat karena intimidasi krisis yang diperkirakan mulai 2020 tutur Paul dalam pesan singkat pada team kami tempo hari.
Keadaan itu diperberat dengan terus menipisnya perkembangan credit perbankan karena lesunya perekonomian.
Di lain sisi, perbankan dihantui oleh disrupsi tehnologi yang makin berkembang saat ini. Walau, Paul lihat kapasitas Mandiri selama ini lumayan baik.
Tapi harus terus menghadapi kekuatan efek tehnologi. Begitupun serangan tehnologi finansial yang makin santer papar Paul.
Dengan semua rintangan itu, Paul menjelaskan, calon Direktur Bank Mandiri paling tidak harus mempunyai persyaratan memiliki integritas serta berkompetensi tinggi.
Bos perseroan, papar ia, harus memiliki pengalaman dalam bagian perbankan nasional serta internasional serta bervisi harga plafon gypsum jauh ke depan.
Menteri BUMN Erick Thohir awalnya menjelaskan telah kantongi nama Dirut Bank Mandiri yang baru. Tetapi, Erick menampik menyebutkan nama Dirut Bank Mandiri itu.
Ia pastikan bawah tempat Dirut Bank Mandiri akan diisi oleh internal yang sampai kini ada di perusahaan.
Bila bukan internal, katanya, faksi itu pernah kerja di Bank Mandiri atau lulusan Bank Mandiri. Yang tentu sisa lulusan atau masih orang Bank Mandiri katanya.
Pengakuan Erick seirama dengan komentar Kartika waktu dikukuhkan jadi Wakil Menteri BUMN. Kartika mengharap substitusinya datang dari golongan internal bank plat merah itu.
Tentu saja kita harap rekan-rekan dari dalam jadi pilihan yang lebih diprioritaskan tuturnya, selesai dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jumat 25 Oktober 2019.
Menurut beberapa sumber Tempo di Kementerian BUMN, calon kuat direktur penting Bank Mandiri ialah Royke Tumilaar. Ia sekarang masih memegang jadi harga tandon air Direktur Corporate Banking.
Waktu perubahan dirut Bank Mandiri 2016 lalu, nama Royke ada jadi calon bersama dengan Kartiko Wirjoatmodjo yang waktu itu memegang jadi Direktur Finance and Taktik serta Pahala N Mansury yang waktu itu jadi Direktur Treasury and Market.
Tetapi untuk gantikan Budi Gunadi Sadikin yang akhiri waktu pekerjaan, pada akhirnya dipilih Kartika jadi Dirut Bank Mandiri.
Tempo berupaya mengontak Wakil Komisaris Penting Bank Mandiri sekaligus juga Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putra, Deputi Bagian Layanan Keuangan, Layanan Survey, serta Konsultan BUMN Gatot Trihargo.

Dan Royke berkaitan penentuan nama dirut Bank Mandiri. Tetapi, ketiganya belum memberi respon pesan yang dilayangkannya.